Kamis, 30 April 2015

Amankah Naik Motor Bahan Bakar Gas LPG?

Masih ingatkah dengan Sepeda motor bahan bakar gas (BBG) yang dikembangkan peneliti Universitas Surya, Serpong Tangerang Banten ? Diklaim pembuatnya aman dan bebas dari ancaman tabung gas meledak. munculnya kasus ledakan yang banyak di alami pengguna tabung gas di rumah adalah karena lokasi yang tertutup, sehingga gas akan berpusat dan mengumpul pada satu tempat, maka saat menyambar api bisa menyebabkan kebakaran hingga ledakan. Pada sepeda motor, tabung berada di ruang terbuka dan sifat gas yang mudah terbawa angin, maka kecil kemungkinan tabung meledak meskipun mengalami kebocoran.


Untuk menghindari kebocoran, salah satu unsur paling penting dalam sistem keamanan sepeda motor BBG adalah regulator gas, karena hampir seluruh kasus yang melibatkan tabung gas terletak pada permasalahan regulator yang bocor. Regulator harus yang berkualitas, agar tidak ada kebocoran gas. Braket juga harus kuat dan melindungi tabung, sehingga saat terjatuh aman, sementara saat selang gas putus, secara otomatis tabung tidak mengeluarkan gas.

Minggu, 19 April 2015

Mobil Buatan PT PINDAD Ini Di Jual Dengan Harga Rp 2 Milyard

PT Pindad (Persero) telah mengembangkan varian kendaraan tempur militer Humvee versi Indonesia atau 'Komodo perang' mirip mobil Hummer yang selama ini lebih populer. Kendaraan yang mulai diperkenalkan kepada publik sejak 2012 ini, direncanakan diproduksi untuk keperluan sipil. Varian Komodo akan diperbanyak ketika telah terbukti dan teruji di lapangan terutama terbukti oleh TNI sebagai pemakai.



Untuk harga, Humvee versi sipil yang dirakit dan diproduksi di Bandung Jawa Barat ini, bisa dilepas dengan harga lebih murah ketimbang harga jual versi militer karena varian sipil lebih sederhana ketimbang militer. Harga versi sipil ada pengurangan spesifikasi, nggak ada water proofing. Sekarang dilepas mulai harga Rp 2 miliar.




Dalam tubuh Panser Komodo tersemat mesin impor dari Renault, komponen lain dari Hino dan dilengkapi ban Michelin. Sementara bodi monoko dari Komodo diproduksi oleh perusahaan anak negeri, PT Krakatau Steel. Komodo mampu menampung 200 liter bahan bakar.

Jumat, 13 Maret 2015

Komunitas Haflinger Steyr Daimler Puch Indonesia

Ada yang unik dan beda dalam sebuah grup di media sosial Facebook, yakni Komunitas Haflinger Indonesia. Grup dengan pengurus tunggal saudara Roely Kadir ini benar benar menarik, karena berisi penggemar Haflinger Styer Daimler Punch. Tubuh mungil membuatnya lincah bergerak di medan berat. Meskipun kapasitas mesin hanya 700 cc, tenaganya bisa diandalkan. Itulah mobil
Steyr Daimler Puch Haflinger. Teknologi differential lock memungkinkan keempat roda kendaraan ini bergerak kuat menempuh medan terjal.

Foto: Mohamad Mochajan
M Mochajan (52), pensiunan PT Dirgantara Indonesia yang juga kolektor Haflinger, sempat mempertunjukkan kemampuan dua Haflinger miliknya di kawasan Punclut, Bandung utara. Mochajan sudah mengenal dan menyukai Haflinger sejak sekitar tahun 1965 saat tinggal di Madiun. Ia sudah sering melihat Haflinger di Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Iswahyudi, Madiun.  “Saya kagum karena bentuknya eye catching, menarik perhatian, dan kemampuannya cukup baik untuk off-road. Apalagi, tahun 1960-an jalan di Indonesia masih jelek,” kata Mochajan.

Baru pada tahun 1986 Mochajan memiliki Haflinger. Ia membeli tiga Haflinger bekas dipakai TNI Angkatan Darat dengan harga Rp 1 juta, Rp 100.000, dan Rp 200.000. Kini ia memiliki 10 Haflinger yang didapat dari Solo, Yogyakarta, Bogor, Bandung, dan Australia. Ia biasa membawa mobilnya untuk bertualang ke kawasan Punclut dan Sukawana, Bandung. Namun, ia juga berkelana ke Sancang (Garut), Ujunggenteng (Sukabumi), dan Rancabuaya (Garut). Kesukaan pada Haflinger menurun kepada tiga anak lelaki Mochajan.

Foto: Mohamad Mochajan
Foto: Mohamad Mochajan
Foto: Mohamad Mochajan
Foto: Mohamad Mochajan
Foto: Mohamad Mochajan
Steyr Puch Haflinger. Lahir mulai tahun 1950-an. Lebih tua dari umurku. Tapi kemampuan ber-off-road-nya luar biasa. Karena mobil buatan Austria ya mobil ini didesain khusus untuk menggelinding di medan berat. Mendengar namanya saja mungkin masih asing di telinga kita, padahal kendaraan ini punya sejarah yang unik lho di Indonesia bahkan dulu pernah dinaikin Presiden Soekarno juga.


Menurut Wikipedia, Haflinger adalah kendaraan ringan, berpenggerak 4 roda (four wheel drive) yang mungil, dengan panjang hanya 3,5 meter dan lebar 1,5 meter. Dimotori mesin 646 cc twin horizontally opposed, terletak di belakang dengan pendingin udara (seperti VW). Bobotnya yang terbilang enteng untuk sebuah mobil, 600 kg memungkinkan sebuah Haflinger bisa dibopong empat lelaki kuat. Kendaraan ini mampu memanggul beban 500 kg alias lima karung beras ukuran satu kwintal.

Kendaraan ini buatan perusahaan Austria, Steyr-Daimler-Puch, diproduksi dari 1959 hingga 1974.
Haflinger (nama sejenis kuda) ini, menurut Kompas, 22 Maret 2008, masuk ke Indonesia pada 1962, sebagai kendaraan pendukung operasi merebut kembali Irian Barat. Saking ringannya kendaraan ini, sampai bisa diangkut dan diterjunkan dari pesawat ke titik sasaran penyerbuan, di belantara Irian Barat.

Masuknya haflinger di indonesia adalah berkat jasa Mr. Gerhard Ortner’s yang menawarkan mobil ini masuk ke indonesia, karena bobot yang ringan dan kemampuan offroadnya yang baik menarik TNI untuk membeli mobil ini. Utamanya untuk kepentingan operasi Dwikora dan Trikora pada tahun 1960-1970. Indonesia mengimpor 1.500 unit Haflinger utuhdan 500 unit dalam bentuk suku cadang. Indonesia kembali mengimpor 200 unit Haflinger untuk perkebunan pada Tahun 1970, jumlah ini sangat banyak mencapai 6% dari seluruh produksi haflinger ( rare item tentunya ).

Foto: Adi Sutjipto Halim
Foto: Adi Sutjipto Halim
Kini, diperkirakan populasi Haflinger yang masih menggelinding di Indonesia sekitar 100 unit. Pemiliknya tersebar di Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan kota lainnya. Di Bandung, jumlah pemilik kendaraan ini sangat sedikit. Mungkin tak lebih dari 10 orang. Pemilik Haflinger di Bandung membentuk komunitas Steyr Puch Haflinger 4 Wheel Drive Club Bandung.

Jumat, 20 Februari 2015

Jaguar Type F Proyek 7 Hanya Di Produksi 250 Unit Di Dunia



Awalnya dibuat sebagai mobil konsep, didorong dari antusiasme dari desainer dan insinyur Jaguar. Di Festival Goodwood pada tahun 2014 Jaguar mengumumkan produksi TYPE F Proyek 7 dengan mesin paling bertenaga dari yang di produksi. Dengan output daya yang luar biasa yakni 575PS, memasok torsi 680Nm belum pernah terjadi sebelumnya, TYPE F Proyek 7 dipersenjatai  mesin berkapasitas 5 Liter V8 Supercharged. 









Mobil ini hanya di produksi sebanya 250 unit di seluruh dunia, TYPE F Proyek 7 akan menjadi salah satu yang paling langka dan paling dicari kolektor dari semua mobil Jaguar yang pernah diproduksi. 

Sumber: Jaguar

Perbedaan Ducati Desmosedici GP14 dan GP15

Ducati MotoGP sudah meluncurkan tunggangan baru untuk musim balap 2015, yakni Desmosedici GP15, Senin (16/2/2015). Sekilas tampak sama, namun setelah dilihat sisi per sisi, didukung pernyatan GM Ducati MotoGP Gigi Dall’Igna yang menyebut GP15 adalah total baru dengan perbedaan yang cukup banyak.

Perubahan itu tentu berkaitan dengan performa sepeda motor yang diklaim lebih dahsyat. Selain penampilan grafis yang lebih sederhana, dari depan moncong GP15 lebih mendongak ketimbang GP14. Dari samping, sirip-sirip pada fairing untuk pendinginan juga berubah. Lubang udara model baru tampak lebih ringkas, namun saat dilihat dari belakang, lubang lebih besar.

Tampang depan-samping Ducati GP14 (kiri) dan Ducati GP15 (kanan).
Wajah depan, GP15 (kanan) lebih mendongak.
Tampang belakang-samping Ducati Desmosedici GP14 (kiri) dan GP15 (kanan).
Knalpot juga berbeda. Jika model tahun lalu, saluran gas buang samping menjulur panjang, tahun ini pendek, bahkan hampir tersembunyi di balik fairing. Saluran gas buang belakang juga beda. Tahun lalu dua pipa menjulur dari sisi kanan dan kiri, lalu menjadi satu di bawah buntut. Sementara GP15, dua pipa muncul dari sisi kanan sebelum menyatu di bawah buntut.

 Dari belakang, Ducati Desmo GP15 tampak lebih ramping dan ringkas dengan perubahan knalpot. 
Alhasil, sepeda motor sekilas semakin ringkas. Ducati belum memberikan penjelasan tentang alasan perubahan dan efek secara teknis dari semua komponen yang berubah.

Selasa, 17 Februari 2015

Motor Kawasaki M 1030 Diesel Engine

Ternyata memang ada motor yang berbahan bakar solar, yatu kawasaki M 1030. Motor ini dikembangkan dari basis Kawasaki KLR 650. Motor ini mulai dipakai pada pertengahan tahun 2000 oleh militer Amerika, kenapa mereka minta diesel? Ini berhubungan dengan kepraktisan logistik bahan bakar di lapangan, dimana kebanyakan mesin mereka menggunakan diesel, otomatis pada minum solar. Nah, kalau motornya pun diesel kan tinggal bawa satu jenis bahan bakar solar bisa diminum tank, panser, jeep, truck sampi motor.



Dan ini screenshot motor Kawasaki Diesel yang saya ambil dari harian The New York Times
 


Kawasaki M1030 M1 menggunakan sasis dan transmisi dari KLR650 yang kemudian dipasangkan dengan mesin diesel HDT 4 langkah , 1 Silnder 611cc berpendingin air dan menghasilkan tenaga maksimal 30 Hp @5700rpm. Berat motor ini mencapai 166 kg. Bisa berakselerasi dari 0 – 100km/h dalam 9.7 detik  dan top speed mencapai 150km/h. Motor ini benar – benar mewarisi karakter diesel yang irit BBM, bayangkan untuk menempuh jarak 100 km hanya butuh 2.5 liter solar.

Dan pada tahun 2010 lalu dikeluarkan lagi kawasaki diesel generasi ke dua dengan kode M1030 M2. Selain tenaga naik menjadi 33 hp, keistimewaan motor ini adalah gak cuma bisa minum solar  tapi bisa juga minum bensin, biodiesel bahkan avtur.


SPESIFIKASI M1030M1 JP8/Diesel Military Motorcycle
Engine:
Type: Four-stroke, indirect-injection, single-cylinder, liquid-cooled
Displacement: 611 cc
Power: 30 hp at 5,700 rpm
Torque: 33 lb-ft at 4,200 rpm
Lubrication: Wet sump, compatible with MIL-L-2104 lubricant
Air Filtration: High-capacity, three-stage, oiled foam, reusable
Transmission: Five-speed, constant mesh, return shift
Final Drive: Self-lubricated, sealed, O-ring roller chain
Weights & measurements:
Dry Weight: 369 lb
Max. Width: 35.75 in
Max. Length: 85 in
Wheelbase: 57 in
Ground Clearance: 10.7 in

Mengenal Diesel Common Rail Injection

Teknologi mesin diesel common rail menjadi teknologi baru dari sebuah mesin diesel. Common rail memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan mesin konvensional yang ada. kelebihan common rail adalah seluruh kontrol injeksi yang terdapat pada mesin, semuanya diatur oleh sebuah sistem elektronik.


Berkat peranti tersebut, mesin diesel tidak lagi dicap sebagai mesin yang "lamban" dan tidak ramah lingkungan. Tidak hanya itu, berkat Common rail, kendaraan bermesin diesel kini sudah bisa bersaing dengan mobil bermesin bensin biasa di lintasan balap. Tapi, apa sih sebenarnya Common Rail itu?  
Lihat Video Sistem Kerja Diesel Common Rail Di Sini 





Direct Injection Electronic Commonrail (Common Rail)Adalah sistem injeksi bahan bakar langsung pada berbagai mesin diesel modern yang setara dengan sistem injeksi bahan bakar langsung pada mesin bensin. Teknologi ini sebetulnya telah dikenal sejak satu abad silam, yang digunakan pada mesin lokomotif dan kapal selam. Hanya saja common rail di masa itu masih menggunakan sistem mekanis dalam membuka katup injektor. Common Rail modern, yang berbasis elektronik kemudian dkembangkan pertama kali pada tahun 1960-an oleh ilmuwan asal Swiss Robert Huber, yang kemudian dikembangkan lebih jauh lagi oleh Dr. Marco Ganser. Pada tahun 1990-an, Magneti Marelli, Centro Ricerche Fiat dan Elasis berkolaborasi membuat prototipe Common rail. Robert Bosch Gmbh, kemudian membeli paten prototipe tersebut dari Fiat Group untuk dirpoduksi massal. Mobil penumpang pertama yang mengadopsi Common Rail adalah Alfa Romeo 156 pada 1997. 

Namun, penggunaan Common rail modern secara massal sebetulnya dilakukan di Jepang pada tahun 1995. Hanya saja kendaraan yang memakai teknologi tersebut adalah truk, bukan mobil penumpang. Pengembangan di Jepang dilakukan oleh Dr. Shohei Itoh dan Masahiko Miyaki. Dua insinyur yang bekerja untuk Denso Corporation itu mengembangkan Common Rail untuk kendaraan berat. Pada Tahun 1995, Common Rail buatan Denso diaplikasikan pada truk Hino.

Kelebihan Common rail modern, dibandingkan dengan injektor pada generasi mesin diesel sebelumnya adalah pada common rail semua injeksinya diatur oleh sistem elektronik, seperti pengaturan jumlah injeksi, waktu penginjeksian, dan tekanan injeksi sehingga dapat menghasilkan kerja mesin yang optimal. Bahkan  pada generasi ketiga, dimana komputasi sudah masuk, kerja sistem Common rail semakin presisi.
Common Rail Injector pada mesin generasi baru menyemprotkan bahan bakar solar langsung ke ruang pembakaran (bukan intake manifold) dengan tekanan yang sangat tinggi, sehingga menghasilkan uap pengabutan bahan bakar yang sangat halus. Akibatnya proses pembakaran menjadi jauh lebih sempurna. 


Sebelum Common rail hadir, sistem yang digunakan adalah sistem dimana pompa bahan bakar dengan tekanan rendah memberikan tekanan diesel ke masing-masing injector Unit (Pump/Duse atau pompa nozel).
Pada generasi ketiga common rail diesel sekarang telah menggunakan fitur injector piezoelektrik untuk meningkatkan presisi, dengan tekanan bahan bakar diesel hingga 3.000 bar atau setara 44.000 psi. Bandingkan saja dengan pompa bensin pada berbagai kendaraan balap yang hanya menggunakan tekanan pompa bensin antara 25-75-psi. Pompa bahan bakar yang digunakan juga khusus, karena tidak mudah untuk memampatkan bahan bakar cair ini menjadi puluhan ribu psi. Pada umumnya digunakan mechanical pump (bukan electric fuel pump) untuk mampu menghasilkan tekanan sebesar ini.

Dengan tekanan pompa bahan bakar diesel yang sangat tinggi ini dan kombinasi penggunaan injektor modern, menghasilkan pengabutan uap diesel yang sangat halus. Proses pembakaran pun akan semakin sempurna. 
Waktu pembukaan (timing) pada injector diatur oleh Engine Control Unit (ECU) yang berhubungan dengan berbagai sensor pada mesin lainnya, untuk mengatur waktu buka / tutup injector secara presisi  yang tentunya mengakibatkan proses pembakaran jauh lebih sempurna. 



Sistem pada common rail terbagi atas (sumber : http://www.partinfo.co.uk/articles/127) :
     
  Electric feed pump (Tidak semua kendaraan menggunakan sistem pompa bahan bakar elektrik)
 – Fungsi utamanya adalah memberikan asupan bahan bakar pompa utama yang mampu memberikan tekanan sangat tinggi ke "Rail"
  Filter
 – Memiliki fungsi yang sangat penting sekali untuk menyaring bahan bakar sebelum memasuki pompa dan selanjutnya dikirimkan ke Rail dan berakhir di injektor. Injektor ini memiliki tingkat kerapatan yang sangat kecil dan presisi, sehingga adanya partikel kotoran pada bahan bakar akan menyebabkan injektor  mampet
  Overflow valve
– Klep yang mengatur kelebihan bahan bakar dengan tekanan tinggi untuk dapat kembali ke tangki utama bahan bakar
  Return manifold
– Mengontrol bahan bakar kembali ke ke tangki utama bahan bakar
  High Pressure pump
– Pompa bahan bakar dengan tekanan sangat tinggi ini merupakan "jantung" dari sistem Common Rail Injection. Ini adalah alat yang dapat meningkatkan pasokan bahan bakar sehingga memiliki tekanan yang sangat tinggi. Saat mesin dalam keadaan hidup, pompa bahan bakar ini dapat menghasilkan tekanan lebih dari 2.000 BAR – Bandingkan tekanan pada common rail ini dengan tekanan pada  ban kendaraan pada umumnya yang hanya memiliki tekanan sekitar 2,5 sampai 3,5 BAR!
  High pressure control valve (Tidak semua kendaraan menggunakan sistem pompa bahan bakar elektrik)
 – . Fungsi utamanya adalah mengkontrol tekanan didalam pompa (High Pressure pump). Kontrol ini dilakukan oleh ECU / ECM
  Rail pressure sensor
– memonitor tekanan pada sistem Rail
  Rail
 – ini adalah terminology ‘common rail’ dimana bahan bakar dari pompa disalurkan dan disimpan menunggu waktu bukaan injektor yang dikontrol oleh ECU / ECM untuk selanjutnya disemprotkan ke ruang pembakaran
  Injectors
– Injectors pada sistem common rail dikontrol oleh ECU / ECM. Penggunaan injector yang berkualitas dengan presisi yang sangat tinggi akan menentukan tingkat pengkabutan bahan bakar sehingga menjadi butiran yang sangat halus dan sempurna
10·  ECU / ECM – Engine Control Unit yang mengatur waktu buka / tutup injektor, serta lamanya waktu buka injektor. Sistem elekronik komputer ini saling tersambung dengan berbagai perangkat dan sensor lainnya (kecepatan mesin, tekanan turbo, beban mesin, dll) sehingga akan menentukan berbagai faktor lainnya demi memberikan pasokan bahan bakar yang tepat waktu dengan jumlah yang sesuai. 

Tidak hanya melakukan pengembangan pada sistem common rail, Bosch juga mengembangkan perangkat dalam sistem tersebut. salah satu yang paling signifikan adalah penggunaan injektor piezoelektrik. Piezo Injector yang canggih ini mampu meningkatkan tenaga mesin lebih besar ketimbang injektor sebelumnya.
 
Piezo Injector (Bosch)

Keuntungan penggunaan Common Rail:
  1. Sistem common rail menawarkan peningkatan atomisasi bahan bakar, sehingga meningkatkan pengapian dan pembakaran dalam mesin
  2. Sistem common rail juga memberikan peningkatan kinerja, menurunkan konsumsi bahan bakar, dan membuat getaran mesin lebih halus
  3. Waktu pembakaran yang lebih sempurna, sehingga menghasilkan tenaga mesin yang jauh lebih baik.
Di sisi lain Common rail membutuhkan BBM Solar berkualitas tinggi. Solar yang direkomendasikan adalah Solar DEX. Kandungan sulfur pada Solar DEX paling rendah yakni 300 ppm. Lebih rendah dibandingkan dengan Biosolar 500 ppm ato Solar biasa yang mencapai 3500 ppm. Selain itu cetane number (nilai oktan) Solar DEX paling tinggi yakni 53. Biosolar di angka 51 dan solar biasa hanya 48. Penggunaan BBM Solar biasa dapat membuat injektor mampet dan jebol. Jika tidak terdapat Solar DEX, tindakan preventif yang bisa dilakukan adalah rajin mengganti filter solar dan mengecek kondisi injektor atau menggunakan campuran solar diesel treament yang dapat membersihkan partikel dalam solar diesel biasa.

Dengan kombinasi tekanan bahan bakar yang sangat besar, penggunaan injector piezoelektrik serta engine control unit (ECU), maka proses pemberian bahan bakar tidak terjadi satu kali dalam proses pembakaran seperti layaknya pada mesin biasa, namun pemberian bahan bakar dapat terjadi beberapa kali dalam satu kali dalam proses pembakaran yang dikontrol oleh engine control unit (ECU).
Contohnya adalah sedikit pemberian bahan bahan bakar sebelum pengapian (pre-injection) dan/atau setelah pengapian (post-injection) untuk memperbaiki sistem pembakaran yang tentunya akan menyempurnakan proses pembakaran secara keseluruhan yang ujung-ujungnya akan menghasilkan tenaga mesin yang jauh lebih baik dan lebih efisien serta proses gas buang yang jauh lebih bersahabat.

iklan

 

Copyright © Informasi Otomotif. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com