Selasa, 14 Juli 2015

Komunitas Jogja Corolla Classic (JCC) Terbentuk

SIAPA yang tak kenal mobil yang sudah melegenda ini. Sebab, di dunia otomotif mobil pabrikan Jepang dengan merek Toyota Corolla sudah eksis di tahun 1960an. Di Indonesia sendiri, mobil Corolla juga langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bahkan sampai saat ini, penggemar Corolla cukup banyak. Mulai dari keluaran 1969 hingga seri terbaru ditahun 2014 ini.
Guna memberikan ruang bagi pecinta dan penggemar mobil Corolla klasik, khususnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, dibentuklah sebuah wadah atau komunitas bernama Jogja Corolla Classic (JCC). Dimana ajang berkumpulnya penggemar mobil Corolla khusus tahun perakitan 1969-1979.

Komunitas Jogja Corolla Classic

Menurut Ketua Umum JCC Yudi Susanto, awalnya ide komunitas ini hanya sebuah spontanitas atau wadah sesama penggemar Corolla KE 20 dan KE 30. "Dulu pertama kali hanya ada 9 mobil saja. Tapi sekarang jumlah mobilnya ada sebanyak 64 mobil. Kami biasa menyebut mobil coro, singkatan dari corolla," katanya, baru-baru ini.

Dijelaskan, untuk menjadi anggota JCC tidak harus memiliki mobil Corolla. Namun mereka yang minimal pernah punya Corolla atau ingin tahu banyak tentang mobil Corolla. "Kita buat fleksibel saja untuk keanggotaannya. Karena kita lebih mengutamakan kebersamaan, sosial serta persaudaraan. Jadi tak heran jika anggota JCC saat ini ada 96 orang meski dengan jumlah kendaraan 64 mobil saja. Sehingga, apapun kendaraannya, apapun pekerjaannya atau status sosialnya tetap bisa masuk jadi anggota dengan syarat ingin mengenal lebih banyak tentang mobil Corolla klasik ini," jelasnya.

Yudi yang sudah menjabat Ketua Umum JCC selama 3 periode dan sebagai pendiri JCC tersebut menambahkan, beberapa agenda dari komunitas JCC, antara lain selain Kopi Darat (pertemuan) setiap dua minggu sekali di Jalan Magelang. Komunitas ini juga melakukan baksos serta touring ke wilayah lain. Menurutnya, jika ada undangan dari komunitas lain, JCC pasti ambil bagian dan ikut hadir di tempat itu.

Diungkapkan, sebenarnya misi utama dari JCC ialah menjadikan komunitas ini sebagai ajang silaturahmi, media persaudaraan, sarana tukar informasi seputar dunia otomotif, khususnya Corolla, sehingga mobil Corolla jadi suatu simbol yang nantinya tidak mudah dilupakan sampai kapanpun. "Meski dengan mobil yang sudah tergolong tua, tidak menyurutkan kami untuk terus berkarya dalam persaudaraan ini. Tak hanya itu saja, kami juga ingin membangun dan ikut mengembangkan potensi Yogyakarta sebagai kota pariwisata dan kebudayaan," tambah Yudi.

Tak hanya pada kawula muda saja yang gemar mobil klasik itu, namun orangtua juga banyak yang ikut komunitas JCC. Disitu, tercatat ada anggota tertua yang berusia 65 tahun. Sedangkan anggota termuda berusia 19 tahun. Maka tak jarang diantara mereka yang membawa keluarga untuk ikut bersilaturahmi dalam komunitas ini.

Beberapa waktu yang lalu, JCC telah mengadakan pemilihan Ketua Umum yang baru. Hasil pengambilan suara terbanyak menyatakan bahwa anggota yang beruntung dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum JCC periode 2014-2016 adalah Heru. Saat ditanya visi dan misi JCC kedepan, dia ingin mengutamakan kepengurusan yang lebih solid. "Selama 3 tahun JCC berjalan, kami akan mengevaluasi terlebih dahulu. Jika kepengurusan lebih baik, maka komunitas ini pasti akan berjalan sesuai visi dan misi JCC. Nantinya, kami juga akan mereview masukan dari anggota dan menampung segala aspirasi mereka. Apa yang diinginkan anggota, akan kita kembalikan lagi pada anggota. Karena ini sifatnya persaudaraan," ujarnya.

Kedepan, Heru juga akan mengaktifkan kartu anggota JCC menjadi lebih bermanfaat dan tidak hanya sekedar untuk disimpan di dalam dompet saja. Nantinya, JCC akan mengadakan MoU dengan bengkel atau tempat cuci mobil. Sehingga kartu anggota bisa digunakan untuk mendapatkan potongan harga dari bengkel atau tempat cuci mobil tersebut.

Minggu, 12 Juli 2015

Body Dan Knalpot Mobil PAGANI HUARYA Terbuat Dari Titanium

Produk terbaru dari produsen mobil sport asal Italia, Pagani, yaitu Huayra, ternyata mendapatkan perhatian khusus dari wartawan yang meliput pada hari pertama pembukaan Geneva International Motrshow 2011 kemarin. Strategi Pagani yang merilis foto-foto mobil ini sebelum melakukan debutnya, ternyata berhasil!

 
Kendati produksi Pagani sangat terbatas, namun di arena supersport car sangat dikenal. Mobil ini juga dikenal bagi mereka yang suka balapan di layar monitor televisi atau komputer, yaitu “Need For Speed" (NFS).

Huayra diplot Pagani sebagai pengganti Zonda yang cukup beken dan punya kemampuan  hebat dikebut di sirkuit. Ciri khas yang menarik dari Huayra, kedua pintu samping bergaya saya burung, bodi monok dari bahan karbon-titannium dan ditanamkan mesin 6 liter, V12 yang mampu menghasilkan tenaga 700 PS. 

Mesin ini dipasok dari Mercedes-AMG biturbo yang mampu menghasilkan torsi 100 Nm lebih, lantai ditandemkan dengan transmisi sekuensial 7-percepatan dengan kopling ganda. Berat transmisinya   cuma 96 kg. Bobot  memang menjadi perhatikian khusus bagi Pagani. Untuk Huayra ini, total bobotnyas hanya 1.350 kg.

Kemampuan mencapai kecepatan tertinggi, klaim Pagani, 370 km/jam. Untuk membuatnya makin mantap dikebut – terutama ketika berada di tikungan, “overhang” belakang diperpendek. Lantas dengan geometri suspensi diset lagi plus ban Pirelli P Zero, di tikungan mobil ini bisa menghasilkan gaya lateral 1,5 g.  

Knalpot titaniumnya menggunakan teknologi balap untuk memastikan gas buang keluar dengan lancar. Bobot knalpotnya hanya 10 kg, menggema dengan mantap saat dikebut habis. Huayra dilengkapi pula empat “flap” atau sayap belakang  dengan kontrol sendiri-sendiri. Perubahan posisi terjadi secara konstan, tergantung pada kecepatan, gerakan mobil, akselerasi, sudut setir dan putaran mesin. “Impresif,” komentar wartawan karena “down force” atau daya cengkeram mobil ke permukaan jalan bisa diatur oleh komputer. 

Sumber: www.salon-auto.ch

Jumat, 19 Juni 2015

Detonation Kill Power And Kill Your Engine !

Ini bukan judul lagu, tetapi emang kenyataan bahwa detonasi bisa ngerusak mesin. Gimana cara mengatasinya? Sabar… Kemampuan suku cadang mesin menahan beban rasio kompresi tinggi dapat diukur dari beberapa faktor, desain kubah ruang bakar, material cylinder head, lapisan ruang bakar, material piston, bahan pembuat dinding liner, material klep, nilai rating busi -semakin panas suhu kerja mesin maka penggunaan busi ideal dengan nilai tinggi, semakin tinggi rasio kompresi penggunaan busi cenderung membutuhkan elektroda kecil yang memiliki voltase kuat dan fokus- Sekali aspek mekanis dalam mesin diperbaiki, maka variabel utama yang mebatasi tetep : KETERSEDIAAN BAHAN BAKAR DENGAN NILAI OKTAN TINGGI. Semakin tinggi nilai oktan = semakin tahan terhadap detonasi dan kemampuan toleransi terhadap tekanan kompresi. 



Dongeng diatas memunculkan pertanyaan yang seharusnya ada di pikiranmu, Seberapa tinggi seharusnya Rasio Kompresi mesin yang akan saya bangun? Kalaupun kamu mengetahui seluk beluk detail mesinmu dan memutuskan bahan-bakar apa yang bisa kamu peroleh dan akan kamu pakai, pertanyaan itu tetap tidak bisa terjawab dalam sekejab. Tanya Kenapa? Karena tanpa referensi ataupun data dari spesifikasi noken as, RASIO KOMPRESI TIDAK BERARTI APA-APA!!! Lho, kok bisa? Dynotest yang akan membuktikan silahkan patok rasio kompresi yang sama dengan camshaft yang berbeda, gampangnya gini, mesin standard, upgrade pake camshaft A, B, C… Pasti efeknya berbeda-beda! Well… dimana bedanya, kem mana yang memiliki performa paling oke di rentang RPM berapa.

Berpikir tentang bagaimana siklus sebuah mesin dan bagaimana dulu guru-guru kita mengajarkan proses mesin 4 langkah. Power stroke sudah selesai dan piston mulai bergerak naik ke atas. Klep masuk pastinya tertutup dan klep buang sudah terbuka. Seketika piston bergerak naik sekaligus membantu mendorong gas buang ke exhaust port. Sesaat sebelum piston mencapai TMA klep intake sudah mulai terbuka *disini point penting seringkali piston bertabrakan dengan klep adalah saat proses overlaping karena per klep floating, Piston berada pada TMA saat kedua klep terbuka sedikit untuk mendinginkan mesin. Kemudian piston bergerak turun dan klep buang tertutup sempurna dibarengi terbukanya klep hisap lebar-lebar. Gas segar masuk dengan sempurna ke dalam silinder. Sampailah piston di TMB dan ancang-ancang untuk melakukan langkah KOMPRESI! Inilah poin kritis kedua sebelum kita memahami Rasio Kompresi Dinamis (RKD).



Saat piston TMB, semua tahu klep intake masih terbuka. Akibatnya, meki piston sudah mulai bergerak naik, belum terjadi sedikitpun KOMPRESi karena klep intake masih terbuka. Kompresi baru dimulai jika dan hanya jika klep intake sudah tertutup penuh sempurna tentu saja klep exhaust juga masih kondisi tertutup. Dan saat itulah campuran udara/bahan bakar dipadatkan! Rasio kompresi saat klep intake benar-benar sudah tertutup itulah yang dinamakan Rasio Kompresi Dinamis.

RKD adalah kondisi pemadatan udara-bahan bakar yang sesungguhnya harus dihitung, bukan RK saja. Karena eh karena RKD tergantung pada derajat klep menutup, maka cam spec memiliki banyak effect dalam RKD sebagaimana spesifikasi teknis motor. RKD nilainya pasti lebih rendah dibanding RK. Kebanyakan mesin street performance dan semi-race motor memiliki RKD pada rentang 8 – 9 : 1. Untuk balap biasanya ada di 9,5 – 10,5 : 1.  Mesin dengan camsahft “kecil” akan butuh RK lebih rendah untuk mencegah detonasi. Mesin dengan cam “besar” dengan klep intake yang semakin lambat menutup bisa saja aplikasi rasio kompresi tinggi. Jika bisa mendapatkan VP Racing fuel maka sah-sah saja memakai RKD dan RK lebih tinggi. Tentu saja, motor balap dengan Cam Gemuk bisa dipahami mereka bisa melewati rasio kompresi diatas 13,5 : 1. karena eh karena cam mereka memiliki durasi overlaping lebih lama, yang berarti proses pendinginan mesin lebih lama serta RKD yang tetap proporsional artinya tidak terlalu kempos.

Durasi noken as secara riil akan mempengaruhi performa sebuah mesin, sebagai contoh ketika kita memilih noken as berdurasi 310 derajat, kemudian kita ukur dengan dial gauge ternyata… Noken as ini memiliki data in close, 80 derajat sesudah piston bergerak naik dari Titik Mati Bawah. Berarti sisa untuk langkah kompresi tinggal berapa anak-anak? Hah!? berapa? 90 derajat? Budi! Ayo berdiri di depan kelas sambil angkat kakinya dua-duanya…

Setiap siklus dalam mesin 4 langkah terjadi memakan proses sebanyak 180 derajat kruk as, sehingga langkah kompresi hanya tinggal 180 – 80 derajat = 100 derajat! Pinter… Nah, berarti langkah kompresi kita gak 100 persen dong? Ya iya lah… tadi kan diatas udah dijelasin kalau nilai RKD pasti lebih kecil dari RK. Gampangnya jika langkah kompresi diprosentasekan maka 100 / 180 derajat x 100 % = 55 %. Jadi jika kita punya mesin dengan RK 10 : 1 maka rasio kompresi sesungguhnya tinggal 5.5 : 1, gitu? Gak segampang itu…

Menghitung RKD membutuhkan beberapa data, dan kalkulator tentunya, masa pake sempoa? Pertama, nilai stroke setelah klep intake benar-benar menutup harus didapat. Ini perlu tiga input : Intake Valve Closing Point, Panjang Connecting Rod, Langkah sesungguhnya, dan beberapa rokok biar ga bosen ngitung hehehe…

Daripada ribet-ribet ngitung tinggal klik aja di http://www.wallaceracing.com/dynamic-cr.php tinggal input-input data dan klik, jadi deh…

Misal motor Yamaha Jupiter z spec drag 130cc , dengan diameter piston 55.2mm , stroke 54mm, panjang rod 96mm, inlet close pada 90 ABDC. Maka inputnya adalah Bore = 55.2 / 25.4 (dari mm dipindah ke inch) = 2.173 inches, Stroke = 54/25.4 = 2.12 inches, Rod length = 3.77 inches, static comression ratio 14,5 : 1, inlet valve close 90 derajat setelah TMB. Klik tombol calculate, maka hasilnya adalah :
Static compression ratio of 14.5:1.
Effective stroke is 1.22 inchesra.
Your dynamic compression ratio is 8.75:1

Minggu, 14 Juni 2015

Berita Kecelakaan Mobil Pertama Kali di Dunia

Pernah berpikir, dimana dan kapan kecelakaan mobil pertama di dunia ? Jika definisi anda pada mobil bertenaga uap adalah mobil, maka pada tahun 1869, Ilmuwan Irlandia Mary Ward naik mobil bertenaga uap bersama sepupunya. Ketika mereka berada di tikungan jalan, Ward terlempar dari tempat duduknya dan jatuh di jalanan. Sedangkan mobilnya , salah satu roda berguling dan mematahkan leher Ward. Akhirnya Ward pun meninggal seketika.




Sementara di Ohio City, diklaim kecelakaan mobil pertama yang melibatkan kendaraan bertenaga bensin atau yang kita anggap mobil seperti sekarang ini, di tahun 1891, Insinyur James Lambert mengemudikan salah satu dari penemuannya , sebuah mobil bertenaga bensin. Awalnya mobil itu sedikit sulit dikendalikan. Mobil itu juga membawa penumpang lain bernama James Swoveland. Lambert yang mengemudikan kehilangan kendali karena menabrak akar pohon yang mencuat dari tanah dan kendaraan oleng menabrak sebuah pos. Untunglah keduanya hanya menderita luka ringan.

Untuk korban pejalan kaki akibat kecelakaan mobil pertama kali di rekam di 1896, Bridget Driscoll yang berjalan di trotoar London dihantam oleh mobil bertenaga gas model Anglo – Perancis yang dikendarai Arthur Edsall. Mobil menabrak Driscoll di kecepatan tertinggi 4 mill perjam. Edsall ditangkap tapi akhirnya tidak diadili.

Sementara kematian pejalan kaki pertama di AS akibat tabrakan mobil terjadi di tangal 13 September 1899. Bliss Henry yang sedang membantu seorang wanita keluar dari trem New York City, ditabrak oleh taksi bertenaga listrik. Ia meninggal akibat luka di kepala dan dada keesokan harinya.

Dan korban tabrakan pertama dari sebuah balapan mobil terjadi di 1898, ketika warga Inggris , Henry Lindfield dan putranya mengendarai mobil dari Brighton ke London. Menjelang akhir perjalanan , Lindfield kehilangan kendali mobil saat turun bukit. Mereka menerobos pagar dan Lindfield terlempar dari kursi pengemudi sebelum mobil menabrak pohon. Anaknya tidak terluka dan berlari minta tolong. Di rumah sakit, dokter bedah menemukan kaki Lindfield hancur di bawah lutut dan memutuskan untuk mengamputasi itu. Setelah operasi, Lindfield tetap sadar dan meninggal keesokan harinya.

Senin, 08 Juni 2015

SPG Truck Pada Ajang Indonesia Internasional Motor Show (IIMS)

Perhelatan Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) digelar tiap tahun. Para produsen mobil serta pendukungnya mulai dari ban, aksesoris audio-visual, hingga pelumas juga hadir di hajatan otomotif terbesar Tanah Air.
Namun yang tidak kalah menarik dan selalu menjadi sorotan adalah kehadiran Sales Promotion Girl (SPG). Paras cantik dengan balutan pakaian yang serba seksi dan minim menjadi sorotan mata para pengunjung, terutama kaum adam. 



Tapi di balik itu semua, para SPG dituntut untuk mengetahui produk yang dijualnya, tetap tersenyum meski banyak pengujung yang jahil mulai dari mengajak kenalan hingga meminta nomor telepon. Yang tak kalah berat adalah SPG yang bertugas di kendaraan berat seperti, truk terlebih mereka menempati ruang pamer di luar (outdoor).
"Resikonya kalau di luar ya panas. Tapi enaknya jarang pengunjung yang jahil kaya om-om genit gitu," ungkap Marcela.

Gadis kelahiran 28 November 1986 ini mengaku tidak malu atau minder ketika harus menjadi SPG dari produk truk. Sebab, dari segi salary tidak berbeda dengan SPG dari produk mobil sport. "Yah cuma resiko kalau jaga di luar, harus pakai payung, belum lagi pakai baju hitam plus sepatu hak tinggi," keluh Marcela yang sudah lima tahun menjadi SPG.

Namun semua itu terbayar dengan salary yang didapatkannya. Bahkan, kalau di truk dia mengaku suka mendapatkan banyak bonus tambahan. "Panas, tapi hasilnya bikin puas," ujarnya tersenyum.
Hal senada juga diungkap Sherli Cahyana (20) dan Novi Yulianti (21). Meski tubuh keduanya yang ramping seakan tenggelam dengan sosok besar truk yang ditawarkan, mereka tetap merasa senang dan nyaman.
"Meski di truk panas, tapi kalau di luar ruangan sedikit bebas bisa sambil ngobrol," kata keduanya yang kini masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.

"Tapi takut juga sih kalau jaga di luar terus, takut hitamnya belang," kata Novi menambahkan.
Mengenai bayaran, biasanya para SPG Truk ini setiap 6 jam kerja, dibayar Rp700 ribu-Rp1 juta. Seperti diketahui, terdapat beberapa merek mobil niaga dan kendaraan berat jenis truk yang ikut serta di ajang IIMS 2013, adalah Astra Multi Trucks, Faw, Hino, Isuzu, Man Trucks, Foton, Mercedes-Benz Truck, Mitsubishi Fuso, Toyota Dyna, dan Tata Motors.

BROUGH SUPERIOR, Motor Antik Tercepat Dan Termahal Di Dunia

Ini lah motor tua tercepat dengan bandrol termahal di dunia. Brough Superior yang diproduksi pada tahun 1929. Motor ini baru saja menggemparkan dunia dengan menjadi motor antik termahal didunia. Bayangkan saja , pada lelang Eropa H&H, Brough Superior ditawar dengan harga tertinggi yaitu 286.000 poundsterling atau setara Rp4,05 miliar oleh seorang kolektor. Lelang berlangsung di museum industri sepeda motor dunia Haynes International Motor Museum, Sparkford, Inggris.


Pembuat Brough Superior ini adalah George Brough asal Inggris yang dikerjakan pada tahun 1919 sampai tahun 1940 di markasnya di Haydn Road, Notingham, Inggris. Ia mantan pebalap, perancang, showman dan semua motor bikinannya mempunyai ciri high performance dan kualitasnya paling tinggi dan bagus.


Brough Superior ini yang dibekali mesin SS100 berkapasitas 1.000cc V-twin. Kecepatan maksimum yang dicapai sampai 161 km/jam (100 mph). Kecepatan yang sangat luar biasa untuk saat itu, sehingga kendaraan itu (termasuk karya Brough lainnya) dijuluki "Rolls Royce"nya sepeda motor. Motor ini memang tidak semahal motor Cyclone Board Track Racer (S)OHC produksi 1915 yang di bandrol US$520.000 atau sekitar 4,5 miliar. Namun dengan kecepatan  mencapai 161 km /jam motor ini layak masauk rekor dunia dengan motor antik tercepat dengan nilai termahal didunia.

"Pada 1929 hanya 29 unit motor diproduksi di Pendine (Wales) dan Grand Alpine (Swiss) dengan dua opsi rangka tipe B dan D. Brough juga dilengkapi dengan sistem transmisi 3-percepatan dijuluki super heavyweight," ujar penyelenggara lelang H&H.


Namun, sentar terkabar bahwa tahun 2012 ini nilai jual sepeda motor ini akan bisa terlampaui oleh sebuah motor bermesin uap bernama Roper Steam Motorcycle produksi tahun 1894 diprediksi akan menjadi motor paling mahal yang pernah dilelang di dunia.

Quicksilver, Pemecah Rekor Kecepatan Yang Terlupakan

Mike Corbin memecahkan rekor kecepatan melaju di darat dengan sepeda motor, mencapai 165,397 mph atau 266,18 kpj pada Agustus 1974. Tunggangan yang dibuat khusus itu pun dinamai ”Quicksilver” sebagai representasi dari si warna perak yang sangat cepat.



Mungkin kata Quicksilver kini masih banyak digunakan sebagai istilah lain, atau bahkan produk apparel. Tapi yang orang sudah banyak lupa adalah, nama inilah yang merupakan titik balik kebangkitan energi baterai. Si Perak melaju dengan energi listrik yang dihasilkan dari baterai silver-zinc, jauh sebelum lithium-ion lahir.

Sejarah
Jika mau menengok sejarah, Quicksliver mampu membuka mata banyak orang bahwa sebenarnya sepeda motor listrik sudah dikembangkan sejak lama, bukan hal baru. Dari sana, kemudian berkembang hingga saat ini sangat mudah ditemui kendaraan bertenaga listrik di negara-negara maju, termasuk sepeda motor.

Dalam perspektif si Perak, baterai silver-zinc saat itu sudah sangat canggih, dikembangkan oleh perusahaan elektrik bernama Yardney. Perusahaan ini pula yang menyuplai baterai serupa untuk NASA dalam beberapa misi luar angkasa. Mesinnya juga unik, terdiri dari dua starter motor dari pesawat tempur jet A-4 Fighter.

Berdasarkan itu, sudah bisa dibayangkan betapa mahal harga Quicksilver. Penggunaan baterai silver-zinc juga dikatakan sangat mahal jika dipakai untuk keperluan pribadi. Itulah sebabnya, teknologi ini tak pernah menyentuh kendaraan listrik. Penyimpanan tenaga sangat besar, tapi kelemahannya pada proses charge yang terbatas. Nilai minus itu semakin ditambah dengan penemuan teknologi lithium-ion.

Sejak pemecahan rekor itu, dalam dekade selanjutnya Corbin diketahui melanjutkan peruntungan dengan mengembangan industri jok, sementara Quicksilver saat ini masih beristirahat dengan tenang di Small Wonders Microcar Museum, Crystal Lake, Illionis, Amerika Serikat.

iklan

 

Copyright © Informasi Otomotif. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com